Kamis, 23 Februari 2012

Ilmu Pengetahuan dan Implikasinya Terhadap Proses Pendidikan Islam

0 komentar

Aktivitas pendidikan islam pada dasarnya merupakan upaya dalam mewujudkan spirit islam, yaitu suatu upaya dalam merealisasikan semangat hidup yang dijiwai oleh nilai Islam. Selanjutnya spirit tersebut diadikan pedoman hidup manusia dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Sayid Amer Ali dalam bukunya mengungkapkan bahwa semangat dan dinamika Islam ditopang oleh empat hal;
1 Jiwa keagamaan
2 Jiwa rasionalistis dan filosofis
3 jiwa politik islam[1]
Ketiga spirit tersebut akan penulis coba modifikasi kedalam satu bahasan, yaitu dengan menampilkan spirit Ilmu pengetahuan,karena segala esuatu harus didasari dengan ilmu. Untuk tu kajian kali ini  adala masalah ilmu pengetahuan.
PEMBAHASAN
Pengerian Ilmu pengetahuan .
Istilah ilmu pengetahuan timbul dari dua kata; ilmu dan pengetahuan.
Pengetahuan (ma'rifah/knowledge) dalam pandangan James K adalah hubungan antara objek dan subjek . dengan kata lain pengetahuan adalah paham suatu subjek mengenai objek yang dihadapi. Subjek disini adalah manusia sebagai kesatuan dari berbagai macam kesanggupan (akal panca indra, dsb) yang digunakan untuk mengetahui sesuatu. Sebaliknya objek disini adalah benda atau hal yang diselidiki[2].
Ilmu dalam pandangan para ahli mempunyai pengertian sebagai berikut:
1.      Ashley Montagu dalam bukunya The Cultured Man menyebutkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang di susun dalam satu system yang berasal dari pengamatan ,studi dan pengalaman untuk manentukan hakekat dan prinsip tentang sesuatu yang sedang di pelajari[3].
2.      Zakiah Darojah, dkk. Dalam bukunya " AGAMA ISLAM " merumuskan bahwa ilmu adalah seperangkat rumusan pengembangan pengetahuan yang dilaksanakan secara objektif dan sistematis yang dimanfaatkan untuk memperoleh kebahagiaan yang berasal dari tuhan dan disimpulkan olah manusia melalui hasil penemuan pemikira.
Dari beberapa penemuan di atas, ilmu pengetahuan mempunyai cirri-ciri khusus yaitu:
1.      Ilmu pengetaguan mempunyai karakteristik tersendiri, yaitu mempunyai sistematika, hasil yang di peroleh bersifat rasional dan objektif
2.      Ilmu dihasilkan dari pengamatan, pengalaman, studi dan pemikiran. Baik melakui pendekatan deduktif maupun induktuf atau keduaduanya.
3.      Sumber dari segala ilmu adalah tuhan, karena Dia yang menciptakannya.
4.      Fungsi ilmu adalah untuk keselamatan, kebahagiaan, pengamanan manusia dari segala sesuatu yang menyulitkan.
Kududukan ilmu pengetahuan dalam pandangan islam
Kehadiran Nabi Adam AS di bumi berbekal seperangkat ilmu pengetahuan (Q.S.2: 31) . dengan ilmu tersebut Adam dam anak cucunya terangkat derajatnya. Oleh karna itu, ilmu pengetahuan dapat di buat sebagai staandar kualitas manusia. Di samping itu, ilmu pengetahuan mempunyai kedudukan tinggi dalam peandangan islam. Di antaranya adalah:
1.      Ilmu pengetahuan adalah alat untuk mencari kebenaran.
2.      Ilmu pengetahuan sebagai prasarat amal soleh
3.      Ilmu pengtahuan adalahinstrumen untuk mengelola sumber-sumber alam guna mencapai ridho Allah.
4.      Ilmu pengtahuan sebagai alat pengambang daya pikir
Pendekatan memperoleh ilmu pengetahuan
Banyak pendekatan yang banyak dilakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan . Ilmu pengtahuan. Macan-macam pendekatan itu adalah
1.      Empirisme
Cara pencarian ilmu pengetahuan melalui panca indra, karna indra tersebut yang menjadi instrument untuk menghubungkan ke Alam.
2.      Rasionalisme
Suatu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan dengan mengandalkn pikiran.
3.      Aliran yang menggabungkan antara pendekatan Empirisme dan Rasionalisme. Aliran ini berkeyakinan bahwa cara untuk memperoleh ilmu oengetahuan itu melalui pengertian dan pengindraan.
4.      Intuisi
Pendekatan ini membagi alam atas dua kategori yaitu
a.       Alam pertama, yang dapat di obserfasi dan di eksperimentasioleh ilmu pengetahuan modern.
b.      Alam intuisi, yang berkaitan dengan jiwa yang tidak mungkin di tundukkan dengan pengalaman atau analogi.
5.      Wahyu
Cara ini bersifat metafisik yang bercirikan transcendental, supra indrawi serta supra rasio.
6.      Ilham, sejenis dengan wahyu. Hanya saja wahyu khusus untuk para Nabi dan Rasul, sedangkan ilham untuk orang muslim pada umumnya[4].
IMPLIKASI ILMU PENGETAHUAN DALAM PROSES PENDIDIKAN ISLAM
Ilmu penetahuan dan pendidikan islam tidak dapat di pisahkan, karna perkembangan masyarakat islam sangat di tentukan oleh kualitas dan kuantitas ilmu pengetahuan yang di cerna melalui proses pendidikan. Sains yang di kembangkan dalam pendidikan haruslah berorientasi pada nilai-nilai islami. Dengan potensi akal, manusia dapat mencari kebenaran walaupun akal bukan satu-satunya sumber kebenaran. Kebenaran sebenarnya dapat dicapai melalui pendekatan ilmiah dan filosofis.dan sebagai pemandu kebenaran tersebut di butuhkan wahyu, yang sebelumnya harus di percayai sebagai sumber kebeneran dari tuhan. Antara akal dan wahyu yang merupakan sumber ilmu pengetahuan satu sama lainny berhubungan erat dan tidak mungkin terjadi antithesis.
Akal dengan kekuatannya mampu menguak ilmu pengetaguan yang rasional, sedangkan wahyu melengkapinya dengan objek yang tidak hanya rasional tetapi juga supra rasional. Dengan demikian, sumber ilmu pengetahuan yang di kembangkan dalam pendidikan islam memiliki dua jalur, yaitu jalur wahyu ilahi dan jalur karya ilahi. Yang keduanya saling menjelaskan dan menafsirkan.
Pendidikan islam tidak menghendaki adanya dikotomi keilmuan. Terjadinya dikotomi dalam pendidikan islam akan mengakibatkan hal-hal sebagai berikut:
1.      Kegagalan dalam merumuskan prinsip tauhid.
2.      Lembaga pendidikan islam akan melahirkan manusia yang berkepribadian ganda atau justru melahirkan dan memperkokoh system kehidupan umatyang sekuleristis dan matrealistis.
3.      Tata kehidupan umat yang demikian akan melahirkan peradapan barat yang di poles dengan nama islam.
Ilmu pengetahuan pada hakekatnya di kembangkan dalam rangka melaksanakan amanah tuhan dalam mengendalikan alam dan isinya, sehingga dengan bertambahnya ilmu pengetahuan seseorang, bertambah pulalah petunjuk tuhan. Oleh karna itu, ilmu pengetahuan dapat memberi nilai pragmatis apabila ilmu pengetahuan tersebut dapat menumbuhkan daya kreatifitas dan produktifitas dalam menjalani kehidupan sebagai hamba dan kolifah Allah
PENUTUP
Ilmu pengetahuan adalah suatu kebijaksanaan dan kebijaksanaanyang di timbulkan dari ilmu pengetahuan tersebut bersumber dan hanya milik Allah semata. Dengan demikian peningkatan sains atau ilmu pengetahuan harus di sertai dengan peningkatan kebijaksanaan (suatu konsepsi yang benar), meskipun ilmu pengetahuan itu telah memberikan formulasi yang diperlukan dala, kemajuan.



[1]Imam Munawwir Kebangkitan Islam dan Tantangan-Tantangan yang dihadapi dari Masa kemasa, Surabaya; Bina Ilmu 1984 hlm 29
[2]Ending saifuddin ansor, ilmu filsaft, dan agama, Surabaya: bina ilmu 1987 hal 43-44.
[3]Tim Depag RI, Islam Untuk Disiplin Ilmu dan Filsafat, Jakarta, PPTAI, 1988 hal 42
[4]Drs.Muhaimin MA, Pemikiran Pendidikan Islam, Bandung, TRIGENDA KARYA 1993, hal 78-88

Labels